Obat viagra itu apa ?

19 Desember 2018 - Kategori Blog

OBAT KUAT VIAGRA ITU APA ?

Viagra adalah salah satu merek dagang untuk obat kuat dengan kandungan sildenafil. Obat ini digunakan untuk menangani disfungsi ereksi alias impotensi pada pria. Obat ini bekerja dengan menghambat enzim phosphodiesterase-5 (PDE5), sehingga membuat otot polos di pembuluh darah penis dan paru-paru menjadi kencang dan meningkatkan aliran darah. Nah, tentu saja tak semua kabar buruk soal dampak buruk Viagra itu benar INGAT I..!!!. Ilmuan Cleveland Clinic, merangkum penjelasan ahli urologi Drogo Montague yang meluruskan beberapa tentang viagra atau disebut juga dengan pil biru.

Viagra buruk untuk kesehatan jantung Montague memastikan mengkonsumsi Viagra akan baik-baik saja, selama tidak mengonsumsinya berlebihan pemakean standar dosis pemakaian setelah mengasup obat golongan nitrat untuk kesehatan jantung. Semestinya Viagra dimaksudkan untuk mengobati angina (nyeri dada), namun di sisi lain memiliki efek samping ereksi lebih keras. “Ini (Viagra) adalah obat yang tidak hanya mengobati angina dan baik untuk obat vitalitas pria dan juga berfungsi pada penis saat obat lain tidak berfungsi serupa,” kata dia. Seperti nitrat, Viagra pun membantu melebarkan pembuluh darah yang dikonstriksi oleh penyakit arteri koroner menurunkan tekanan darah. Jika kamu meminum dua obat secara bersama, tekanan darah bisa turun terlalu rendah, sehingga membuat berisiko terkena serangan jantung. Baca juga: Tak Hanya Sebagai Obat Kuat, Viagra Berpotensi Cegah Kanker

Viagra dapat merusak mata Viagra tidak akan memiliki efek buruk pada mata selama tidak mengambil dosis berlebih—seperti 100 mg. Bahan kimia dalam obat dapat secara temporer mengubah bagaimana cahaya menerpa mata, di mana penglihatan mata menjadi biru. “Efek samping ini dapat terjadi jika dosis yang diasup lebih tinggi, tetapi itu jarang terjadi,” kata Montague. “Tidak ada dampak buruk pada mata, tetapi para pilot tidak dapat mengasup karena masalah soal warna

Viagra menyebabkan ereksi jangka panjang Meskipun ini mungkin terdengar menarik secara teoritis, kondisi yang dikenal sebagai priapisme ini bisa berbahaya. Baca juga: Di Inggris, Viagra Segera Dijual Bebas, Ada Apa? Untungnya, itu tidak benar-benar terjadi jika kamu hanya mengonsumsi Viagra. “Sepengetahuan saya, Viagra tidak pernah menyebabkan ereksi berkepanjangan dengan sendirinya,” kata Montague. “Tapi, itu bisa terjadi jika kamu juga mendapatkan terapi injeksi penis.” Menggabungkan perawatan memiliki efek kumulatif—terapi injeksi penis membuat ereksi keras, dan menambahkan Viagra membuat mereka lebih keras dan bahkan lebih tahan lama. Jadi, tetaplah di sisi yang aman dan jangan campurkan keduanya

Fakta: Viagra dapat mencegah pembengkakan penis Bukan rahasia lagi bahwa Viagra membuat penis lebih keras saat berhubungan seks. Namun, apa yang mungkin tidak kamu ketahui, Viagra pun dapat menyelamatkan penis dari cedera, jika mulai mengasup sejak dini. Kalau kamu mengalami disfungsi ereksi, namun tidak segera konsultasi ke dokter hingga ereksi tak lagi keras, maka risikonya penis bisa rusak. Montague mengungkapkan, berhubungan seks dengan ereksi yang nyaris tidak “cukup keras” dapat menekuk dan merobek jaringan penis, sehingga mungkin bisa membuat luka.

 
ORDE CEPAT via Whatsapp